Storybeauty.id – Oclo, brand yang lahir dari tangan seorang mahasiswi di Bandung dan kini berkembang menjadi pemain kuat di ranah fast fashion lokal.
Dengan kepekaan membaca tren, konsistensi inovasi produk, serta pemanfaatan platform digital, Oclo berhasil menjangkau pasar yang luas dan mempertahankan relevansi di tengah kompetisi yang kian ketat.
Tidak banyak mahasiswa yang berani mengambil risiko membangun usaha sambil menempuh kuliah.
Namun, bagi Yisti Yisnika, langkah tersebut menjadi pintu awal lahirnya Oclo, sebuah brand fashion lokal yang kini tumbuh pesat di tengah persaingan industri mode Indonesia.
Bermula pada 2016, ketika Yisti memutuskan membuka jasa titip (jastip) pakaian dengan modal seadanya, bahkan nyaris tanpa modal.
Hanya bermodalkan kuota internet dan foto produk, Yisti menawarkan berbagai fashion item melalui media sosial.
Sistemnya sederhana: pelanggan harus mentransfer uang terlebih dahulu, barulah barang dibelikan dan dikirimkan. Dari keuntungan kecil jastip inilah, perlahan ia mengumpulkan modal untuk melahirkan brand sendiri.
Keberanian Yisti untuk mengalokasikan dana awal pada pemasaran alih-alih stok produk membuktikan insting bisnisnya.
Dengan strategi hashtag dan menggandeng influencer, Oclo mulai dikenal di kalangan perempuan muda.
Menyasar segmentasi pasar yang jelas, yakni perempuan berusia 16–40 tahun yang selalu ingin tampil up-to-date, menjadi pijakan utama dalam mengembangkan koleksi.
Seiring berkembangnya digitalisasi, Yisti membawa Oclo masuk ke platform e-commerce.
Kanal penjualan online ini bukan hanya membantu efisiensi order, tetapi juga memberi ruang interaksi baru melalui fitur live streaming dan video pendek. Kini, fitur interaktif tersebut menyumbang porsi signifikan dalam penjualan bulanan Oclo.
Hingga pertengahan 2025, Oclo telah berhasil menjangkau ratusan ribu konsumen aktif dengan komunitas digital yang terus berkembang di berbagai platform media sosial.
Strategi digital yang terintegrasi (mulai dari live shopping, kampanye influencer, hingga konten interaktif) mampu menjaga tingkat engagement tetap tinggi sekaligus mendorong konsistensi pembelian ulang pelanggan.
Untuk memenuhi tingginya permintaan, saat ini Oclo telah mengoperasikan tiga rumah produksi yang mendukung kelancaran distribusi produknya.
“Live streaming membuat interaksi lebih nyata. Konsumen bisa langsung melihat detail produk dan bertanya, sehingga mereka lebih yakin saat memutuskan untuk membeli,” jelas Yisti.





