STORYBEAUTY.ID – Brand minuman detok anak bangsa brand Lencir memberikan informasi ihwal beragam isu yang beredar di masyarakat.
Tujuannya sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan kepada konsumen, mitra usaha, serta masyarakat agar mereka memperoleh informasi yang utuh, akurat, dan berimbang.
Pemicunya muncul berbagai pemberitaan serta diskusi di media sosial dari pernyataan seorang pegiat kesehatan, mengenai dugaan kandungan produk serta ajakan agar dilakukan evaluasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Di sisi lain, berkembang informasi yang mengaitkan produk Lencir dengan meninggalnya salah satu konsumen.
Manajemen Brand Lencir menilai berbagai informasi tersebut telah berkembang luas, tanpa didukung fakta yang utuh, sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat serta berdampak pada reputasi perusahaan.

Oleh karenanya Brand Lencir memilih membuka ruang komunikasi secara terbuka untuk menyampaikan fakta yang dimiliki perusahaan.
Sejak awal berdiri, Brand Lencir merupakan brand lokal Indonesia yang bergerak di bidang kecantikan, dan kesehatan dengan menghadirkan berbagai produk berbahan pilihan.
Terdepan lewat produk perawatan kulit hingga minuman kesehatan, termasuk detox drink.
Minuman detok ditujukan untuk mendukung gaya hidup sehat.
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, perusahaan berkomitmen memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk proses perizinan produk, sesuai regulasi yang ditetapkan oleh instansi pemerintah terkait.
Michelle Halim selaku Owner Brand Lencir mengatakan, “Perusahaan menghormati setiap masukan maupun perhatian masyarakat terhadap produk yang beredar di pasaran.”
”Kepercayaan konsumen merupakan fondasi utama yang kami bangun sejak brand Lencir hadir. Karena itu, kami memilih menyampaikan penjelasan secara terbuka, dan bertanggung jawab.”
“Kami menghargai setiap perhatian yang muncul di masyarakat dan memandangnya sebagai bagian dari proses yang harus kami respons secara transparan serta berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Terkait informasi yang mengaitkan produk Lencir dengan meninggalnya salah satu konsumen, Michelle menyampaikan bahwa perusahaan turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum.
Namun demikian, berdasarkan komunikasi, dan pertemuan yang telah dilakukan secara langsung dengan pihak keluarga, perusahaan memperoleh penjelasan bahwa almarhum telah lama mengidap penyakit kanker sebelum mengonsumsi produk Lencir.
Selain itu, berdasarkan informasi yang diterima perusahaan, almarhum baru mengonsumsi produk Lencir dalam waktu yang relatif singkat dan belum mencapai satu minggu.
”Kami memahami munculnya kekhawatiran di masyarakat. Namun kami juga merasa perlu meluruskan informasi yang berkembang, agar publik memperoleh fakta secara utuh. Setelah bertemu, dan berkomunikasi langsung dengan keluarga almarhum.”
“Kami mendapatkan penjelasan bahwa almarhum telah lama berjuang melawan penyakit kanker. Berdasarkan informasi yang kami terima, penggunaan produk Lencir juga belum mencapai satu minggu, “tambahnya.
“Oleh karena itu, kami berharap masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan adanya hubungan antara produk kami dengan peristiwa tersebut sebelum ada hasil resmi dari pihak yang berwenang,” ungkapnya.
Michelle melanjutkan, “Hingga saat ini perusahaan belum menerima hasil pemeriksaan, maupun pernyataan resmi dari instansi yang berwenang, yang menyatakan adanya hubungan sebab akibat antara konsumsi produk Lencir dengan meninggalnya almarhum.”
Lebih lanjut, Brand Lencir menegaskan komitmennya untuk menghormati seluruh mekanisme pengawasan yang dilakukan regulator, dan siap memberikan dokumen, data, maupun informasi apabila diperlukan.





