spot_imgspot_img
BerandaLifestyleFilm Merry Go Round, 100 Menit Melihat Akibat Dampak...

Film Merry Go Round, 100 Menit Melihat Akibat Dampak Buruk Jadi Pecandu Narkoba

Jakarta,channelsatu.com: Sungguh miris jika mendengar di Indonesia saat ini sudah ada 4 juta orang yang terkena akibat penyalah guna narkoba. Korban demi korban pun seakaan bukan berkurang tapi terus bertambah dan bertambah.

Dampak buruk dari pil setan ini tak hanya menimpa si pemakai tapi juga pada seluruh keluarga korban ikut dibuat malu dan stress. Lalu, apakah kita semua harus berdiam diri melihat kondisi di sekitar kita yang kian memprihatinkan ini. Pasalnya korban yang terkena narkoba kini sudah menyelusuri segala lapisan. Entah itu masyarakat bawah hingga kelompok berpunya dan berpangkat.

Berangkat dari keprihatinan inilah, sutradara muda yang penuh engergik, Nanang Istiabudi memaparkan selama 100 menit akibat dampak buruk jadi pecandu narkoba lewat film Merry Go Round yang mulai bisa disaksikan hari ini, Kamis (24/10) di seluruh bioskop di tanah Air.

Melalui film Merry Go Round yang merupakan hasil produksi bersama PT. VIDI VICI MULTIMEDIA, SAMA PICTURES, YAKITA & GMDM, dan dilakoni Popy Sovia,Dewi Irawan, Ray sahetapy, Dwi Ap, Bucek Depp, Hengki Tornando, Reza The grovve, Keke Suryo, Nanang mampu meracik kisah nyata pecandu narkoba jadi sebuah film yang menarik.

Menarik karena film bergenre drama ini, bisa jadi pelajaran buat keluarga yang di dalamnya ada yang terkena narkoba atau buat kita punya tips untuk menghindari jadi pecandu barang haram ini.

“Maksudnya dari film ini telah mengantarkan penonton untuk mengetahui lebih jelas kebiasan dan tipuan para pecandu. begitu juga cara mereka mempengaruhi dan menulari sakitnya pada orang terdekat. Sekaligus cara mengatasinya serta menjaga agar terhindar dari relaps dengan program aftercare. Tanpa menggurui, mengalir dalam certia bertema drama percintaan yang miris dan menertawai ketidak tauan kita atas siapa diri kita,’ terang Nanang.

Sinopsis

Merry Go Round (Berputar atau Keluar) berkisah tentang potret kelam keluarga modern yang terancam hancur akibat narkoba. Orang tua yang tidak mau dianggap gagal mendidik anak malah menjadi faktor penyebab makin dalamnya sang anak terjerumus.

Dalam situasi seperti itu, rehab dan program pendampingan dari orang yang perduli jadi tumpuan satu satunya. Meski pahit dan tak bisa memulihkan semua. Serta masih sering di ragukan keluarga. Namun perlahan terbukti manfaatnya.

FILM dengan genre black comedy ini mengantarkan penonton buat mengetahui lebih jelas kebiasaan dan tipuan para pecandu. Begitu juga cara mereka mempengaruhi dan menulari sakitnya pada orang terdekat. Sekaligus cara mengatasinya serta menjaga agar terhindar dari relaps dengan program aftercare. Tanpa menggurui, mengalir dalam cerita bertema drama percintaan yang miris dan menertawai ketidak tauan kita, atas siapa diri kita ini. (ibra)

- Advertisement -

spot_imgspot_img

Worldwide News, Local News in London, Tips & Tricks

spot_img

- Advertisement -