STORYBEAUTY.ID – Tiara Andini makin dewasa dalam bermusik. Itu dibuktikannya melalui album kedua bertajuk Edelweiss.
Melalui album musik ini, penyanyi bernama lengkap Tiara Anugrah Eka Setyo Andini membuka babak baru karier bermusiknya.
Album musik kedua Tiara Andini dirilis tepat di hari ulang tahunnya pada 23 September 2025.
Tak cuma mengemas perjalanan musik sang penyanyi muda berbakat, Tiara Andini justru tampil semakin matang, personal, dan penuh ekspresi.
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Tiara Andini membagikan visual album Edelweiss yang tampil anggun dan elegan mengenakan busana putih bernuansa dreamy, lengkap dengan sayap indah dan detail kuku senada.

Visual tersebut menggambarkan konsep album yang lembut namun kuat, seperti makna bunga edelweiss yang menjadi simbol cinta, keberanian, dan keabadian.
“Album Edelweiss ini melambangkan perjalanan panjang saya di dunia musik, tentang cinta, perjuangan, dan keberanian untuk terus berkarya. Saya ingin karya ini menjadi sesuatu yang abadi di hati para pendengar,” ungkap Tiara dalam pernyataannya.
Album Edelweiss berisi delapan lagu yang kaya akan warna emosi dan kisah cinta. Melalui lagu-lagu seperti “Adu Bola Mata”, “Penenangmu”, “Dengar”, “Kusut”, “Cinta Seperti Aku”, “Bukan Untukku”, “Kupu-Kupu”, dan “Kalah Lagi”, Tiara menghadirkan perjalanan perasaan yang hangat, menyentuh, sekaligus menggambarkan sisi dewasanya sebagai musisi.
Single “Adu Bola Mata” menjadi pembuka era baru Tiara, yang ditulis dan diproduseri oleh trio komposer kenamaan Laleilmanino (Arya Aditya Ramadhya, Ilman Ibrahim Isa, dan Anindyo Baskoro).
Lagu ini menampilkan nuansa pop manis dengan lirik yang romantis dan dekat dengan keseharian anak muda.
Menariknya, dalam album ini Tiara tidak hanya tampil sebagai penyanyi, tetapi juga turut menulis tiga lagu di dalamnya, menegaskan kedewasaannya sebagai pencipta lagu.
Ia juga berkolaborasi dengan sejumlah nama besar di industri musik seperti Yovie Widianto, Laleilmanino, Andmesh Kamaleng, BIANCADIMAS, S/EEK, serta Adrian Rahmat Purwanto, yang masing-masing membawa warna berbeda ke dalam karya ini.





