Jakarta, channelsatu.com: Karya Cipta Indonesia (KCI) bekerjasama dengan Kementerian
Pendidikan dan Kebudyaan Indonesia, 23 Nopember mendatang di balai Sarbini-Semanggi, Jakarta Pusat, akan menggelar pertunjukan spektakuler, Pagelaran Karya Anak Bangsa (PKAB).
Disebut spektakuler menurut Ketua Umum KCI, Dharma Oratmangun pada wartawan disela acara Halal Bi Halal KCI, Rabu (26/9) di Jakarta, karena dihajatan besar tersebut, akan
menggunakan teknologi Video Mupping disisi artistiknya serta yang mengedepankan sisi edukasi dan substansi Estetika Seni Pertunjukan Modern. Lalu, disajikan dengan mengikuti
perkembangan teknologi TV broadcast masa kini.
Acara ini juga dipastikan akan dihadiri 250 artis pendukung lintas generasi, mulai dari
Smash, Princess, Rio Febrian, Shandy Sondoro, Sruti Respati, Elfa’s Singer, Uut Permatasari,
Syaharani, Ebiet G. Ade, Once Mekel, Para Miss Indonesia dan masih banyak lagi. Termasuk
Koreografi GCN (Gema Citra Nusantara) sanggar seni kreasi tari yang sudah berprestasi di
event internasional ikut menyemarakan PKAB, yang akan dikawal Magenta Orchestra-Music
Director Andi Rianto.
Ketua badan Pembina KCI, Enteng Tanamal yang sekaligus sebagai penggagas acara ini,
mengatakan :
“Pagelaran ini akan menyajikan karya-karya lagu dan musik terbaik dari komposer pilihan,
seperti Karya Lagu Melayu yang keberagaman suku di Indonesia. Pasalnya, karena Indonesia
tidak terlepas dari akar rumpun melayu, Hal ini bisa dilihat dari interaksi sosialnya nampak
pada sastera pantun dan syair melayu hingga munculah karya-karya melayu yang hidup dan terus dikenang, serta fenomenal hingga kini mewarnai perjalanan musik Indonesia,” terangnya.
Yang menarik pada kegiatan ini, dijelaskan RM Tedjo Baskoro, SH (Sekretaris Jenderal KCI),
akan ditampilkan buah karya Maestro Adriyadie yang pernah kesohor lewat karyanya berjudul
Widuri yang berhasil melambungkan nama Bob Tutupoly di era 70-an, kali ini lagu yang tak
kalah topnya dijaman itu, yang berjudul “Surat Cinta” akan digarap ulang dengan gaya hip-hop dan akan dilantunkan oleh Boy and Girl Band “Smash dan Princess.
Lalu, yang lebih menarik lagi,seperti yang diutarakan Ketua Penyelengara hajatan ini, Rully
Chaerul Azwar (salah seorang Pembina KCI, yang juga pencipta lagu serta seorang
politisi),dipagelaran musik ini juga akan mempersembahkan lagu buah karya Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono (SBY).
“Selain karya beliau yang bertemakan pelestarian lingkungan secara universal akan
ditampilkan. Lagu karya pak SBY yang berjudul Rinduku Padamu akan dilantunkan dalam bahasa Jepang (“Kimi o,o mou”). Hal ini dilakukan sebagai sebuah sarana perwujudan musik yang bisa menjadi diplomasi kultural yang ampuh untuk lebih mempererat persahabatan antar bangsa,” terang Rully.
Dharma Oratmangun melanjutkan, Pagelaran Karya Anak Bangsa ini sendiri, akan diramu dalam paket, ‘Anugerah Kebudayaan’ dan ‘Gebyar Cipta Tembang Nusantara.’
“Maksudnya di acara ini nanti, pemerintah akan memberikan Anugerah Kebudayaan pada para pengembang, pelestari dan Maestro Seni Budaya Indonesia yang selama hidupnya telah
menorehkan karya-karya terbaiknya bagi kebudayaan nasional, baik di daerah maupun secara nasional dan dikenal hingga manca negara,” aku Dharma.
Lebih jauh dikatakannya lagi, sementara di Gebyar Cipta Tembang Nusantara yang merupakan bagian dari acara ini, akan disajikan 9 Repertoire Musik Indonesia, mulai dari karya terbaik Ismail Marzuki dalam katagori ‘The Legend.’ Kemudian era perkembangan Industri Musik Indonesia dari era 60-an,70-an hingga masa kini, yang telah menorehkan catatan dan romantika tersendiri dalam sejarah industri musik Indonesia.
Diantaranya tercatat prestasi yang sudah ditorehkan para tokoh, seperti Enteng Tanamal
‘Panca nada’, Mus K. Wirya, Adriyadie, Koes Plus,Wedhasmara, dan lain-lain.
“Nah, kali ini akan ditampilkan juga karya God Bless, kemudian Era Lomba Cipta lagu Radio
(LCLR) Prambor’s, yang diwakili oleh tampilan lagu Lilin-Lilin Kecil buah karya James F.
Sundah, hingga fenomena musikalisasi puisi oleh sang Maestro Ebiet G. Ade,” papar Dharma.
Disamping itu, Andre Hehanussa (selaku Supervisor dan Anggota Badan pembina KCI),
menyampaikan:
“Dalam kesempatan itu akan kami berikan Award kepada para pengguna karya Cipta lagu/musik yang telah memberikan apresiasinya untuk membayar royalti bagi para pencipta lagu. Ini sebuah bentuk ungkapan terimakasih kami pada para User’s yang telah mematuhi amanah Undang-Undang nomor 19 tahun 2012 tentang Hak Cipta,” tandas Andre.
“Sudah saatnya musik Indonesia dipropersikan dalam format Refleksi Kebudyaan Nasional. Para insan musik diberikan ruang untuk mengaktualisasikan kreatifitas dan karya-karya terbaiknya di dalam rangka mewujudkan partisipasi positif bagi pembangunan moral dan karakter serta jatidiri bangsa,” tutur Wakil menteri Pendidikan dan kebudayaan RI bidang Kebudayaan Prof. Ir. Wiendu Nuryanti, MArch, Ph.D saat bertatap muka bersama KCI.
“Musik tidak boleh dipandang hanya sebagai hiburan belaka. Namun lebih substantive
bahwasanya musik adalah bahasa jiwa yang luhur dan mampu menembus relung-relung kalbu yang paling dalam, sehingga tepatlah jika musik dapat dikatagorikan sebagai salah satu indikator peradaban bangsa,” pungkas NUryanti. (ibra)





