spot_imgspot_img
BerandaLifestyleDARI FESTIVAL FILM CANNES MUNCUL SEMANGAT KEBERSAMAAN

DARI FESTIVAL FILM CANNES MUNCUL SEMANGAT KEBERSAMAAN

Perancis, channelsatu.com: Hakikat utama suatu festival terletak pada semangat bersama untuk saling kenal dan memperkenalkan, berkompetisi dalam inti relasi yang baik, serta pemberian penghargaan berdasar kewajaran prestasi.

Semangat kebersamaan semacam inilah yang segera tertangkap dari ajang Festival de Cannes 2013 yang berlangsung dari 15 hingga 26 Mei. Terlepas dari apapun hasil pada puncak acara festival, kebersamaan antar peserta dalam berfestival layak memeroleh perhatian.

Penyelenggaraan festival film internasional bergengsi tahunan ini, yang telah dimulai tahun 1946, tentu memberi banyak pelajaran berharga, utamanya bagi insan perfilman di Tanah Air. Refleksi dari festival film antar bangsa ini pun layak kita ambil semangatnya untuk diterap dan disesuaikan dalam penyelenggaraan festival film di Tanah Air.

Gebyar reputasi Festival Film Cannes, harus diakui, tersusun dari pengelolaan festival yang baik dan selalu diperbaiki dari tahun ketahun. Hal ini mungkin tidak terlepas dari banyaknya penyelenggaraan festival lain di Cannes. Dari salah seorang panitia festival diperoleh informasi, dalam satu tahun biasanya ada sekitar 16 kegiatan festival.Dengan kata lain, Cannes seolah-olah diarahkan untuk menjadi kota festival.

Tentu Indonesia tak harus menunjuk satu kota tertentu agar “terbiasa” menjadi penyelenggara festival film. Penyelenggaraan Festival Film Indonesia yang berpindah dari tahun ketahun tetap merupakan cara yang tepat, dengan mengingat kebutuhan dan kepentingan nasional serta sebagai upaya untuk menumbuh kembangkan perfilman di daerah. Intinya terletak pada peran serta masyarakat dalam perfilman. Pada titik ini, tekanan utama lebih pada upaya dalam mengelola kegiatan festival secara professional dengan perencanaan yang matang dan terarah.

Kembali pada semangat kebersamaan yang begitu mengesankan di atas, insan perfilman di tanah air pun tentu dapat menyusun dan memupuknya. Atau bahkan barangkali juga, semangat semacam ini pada dasarnya sudah tertanam dan bersemi.Saling kenal dan memperkenalkan dapat diejawantahkan dalam semangat pembelajaran di dunia perfilman. Transaksi informasi dan pengalaman di bidang perfilman mestinya mewujud intragenerasi dan antargenerasi. Hal ini tidak sekadar dalam ranah teknik dan teknologi perfilman, namun juga dalam masalah kelembagaan dan sumber daya perfilman.

Saat Indonesia belajar tentang komisi film dari negara lain, sebut saja Finlandia dan Norwegia, insan perfilman nasional pun mestinya dapat menyemai munculnya komisi-komisi film di daerah. Jepang yang memiliki beberapa komisi film di sejumlah kotanya, sebagai contoh, dapat diadopsi untuk membentuk sejumlah komisi film di kota-kota tertentu di Indonesia. Model pengembangan kompetensi insan film yang dilakukan Korea Selatan pun, jika dipandang lebih tepat tentu bisa pula diterapkan di Indonesia.

Turunan dari proses pembelajaran di bidang perfilman dalam suatu festival mau tidak mau memang mengarah pada terjadinya kompetisi atas hasil yang dicapai. Basis iklim kompetisi yang baik dengan sendirinya membentuk aras dan arus tatanan kompetisi suatu festival. Keikut sertaan dalam kompetisi dengan sendirinya didukung oleh kerelaan dan kebanggaan untuk masuk dalam kompetisi, kepercayaan pada kredibilitas dan proses kompetisi dalam festival, serta harapan atas pengakuan yang wajar dan bersifat faktual. Kemenangan adalah buah kerja keras dan kekalahan menjadi cambuk untuk menghasilkan karya lain yang lebih baik, semakin baik, dan akan terus semakin baik.

Penyelenggaraan Festival Film Indonesia di tahun ini dan tahun-tahun berikutnya dapat menyerap hal-hal positif dari pengelolaan festival film di Cannes serta tentunya beberapa festival film internasional lainnya. Dengan dukungan penyelenggaraan sejumlah festival film di daerah, sudah saatnya Festival Film Indonesia memeroleh kembali gengsi dan reputasinya. (Oleh Armein Firmansyah, Direktur Pengembangan Industri Perfilman, Ditjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) Foto: Ilustrasi.

- Advertisement -

spot_imgspot_img

Worldwide News, Local News in London, Tips & Tricks

spot_img

- Advertisement -

Artikulli paraprak
Artikulli tjetër