STORYBEAUTY.ID – Ketika kecantikan bertemu dengan kekuatan, Empat perempuan Indonesia membuktikan bahwa kecantikan dan kekuatan bukanlah dua hal yang bertolak belakang.
Sabrina Hartanti (27), Cindy Gulla (29), Risya Brabo (26), dan Gaby Bunga Saputra (28) berani menantang kemampuan fisik dan mental mereka dalam ajang HYROX Bangkok bersama Make Over.
Keikutsertaan mereka menjadi bagian dari kampanye Glazed Under Pressure, yang mengangkat pesan bahwa perempuan modern memiliki kekuatan untuk tetap tampil percaya diri sekaligus tangguh ketika menghadapi tekanan.
Bukan sekadar soal penampilan, kampanye ini mengajak perempuan untuk memaknai beauty dari sisi yang lebih luas , termasuk keberanian, ketahanan, dan kemampuan untuk terus bergerak meski menghadapi tantangan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa resilience adalah bentuk tertinggi dari kecantikan perempuan modern. Di tengah tekanan fisik dan mental, Make Over merayakan perempuan yang tidak menyerah, berani ditempa, dan mampu menunjukkan kekuatan terbaiknya,” ujar Memoria Dwi Prasita, Segment Business Unit, Masstige and Advanced Beauty Director.

Olahraga dengan intensitas tinggi kini semakin menjadi bagian dari gaya hidup generasi muda. Fitness studio, komunitas lari, hingga kompetisi functional fitness tidak hanya menjadi aktivitas untuk menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi ruang untuk menguji kemampuan dan membangun kepercayaan diri.
Tren tersebut terlihat dari data ClassPass. Sepanjang 2025, reservasi fitness secara global meningkat 36 persen. Sementara pencarian kelas HYROX melonjak hingga 506 persen, dengan jumlah reservasi yang tumbuh 432 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
HYROX sendiri memadukan lari dengan berbagai latihan kekuatan dan ketahanan. Format kompetisi ini membutuhkan stamina, kekuatan fisik, sekaligus mental yang kuat untuk menyelesaikan setiap tantangan hingga garis finis.
Bagi Sabrina, Cindy, Risya, dan Gaby, HYROX Bangkok bukan hanya tentang mencapai garis finis. Tantangan tersebut menjadi kesempatan untuk menguji batas diri dan membuktikan bahwa tekanan dapat menjadi bagian dari proses untuk menjadi lebih kuat.
Semangat tersebut sejalan dengan pesan Glazed Under Pressure: perempuan tidak perlu memilih antara menjadi kuat atau tetap feminin. Keduanya dapat berjalan bersama. Kekuatan dan keanggunan justru dapat menjadi kombinasi yang membuat perempuan semakin percaya diri dalam menghadapi berbagai situasi.





